Butik Gayaku

dirancang dan dibuat dengan cinta

28th Oktober 2011

Semua punya kesempatan yang sama untuk bisa meraih sukses

Empat tahun lalu aku memesan gas di toko Fajar di daerah rumahku di Cimahi saat itulah aku melihatnya untuk pertama kali. Seorang remaja lusuh dari Cikalong - Banjaran dengan penampilan yang lebih tua dari umurnya karena terpaan hidup yang sangat keras. Ayahnya meninggal saat dia berusia 3 tahun, dan dia bersekolah di SD karena bantuan pemerintah untuk anak tidak mampu. Ibunya membesarkan dia dengan bekerja apa saja termasuk tukang pijat. Dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan sehari hari bisa dimengerti kalau dia tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi selepas SD. Nama anak itu Iman.

Setelah tidak bersekolah Iman bekerja apa saja untuk menghidupi dirinya dan ibunya. Suatu saat ada orang yang mengajak dia ke Cimahi ke daerah Cipageran. Di daerah itu dia disuruh bekerja membantu mengantarkan gas dan air minum galon jika ada yang memesan. Meskipun pekerjaan itu sangat sederhana tapi Iman selalu belajar melakukan pekerjaannya dengan baik bahkan melebihi kapasitasnya. Dia belajar bagaimana merawat pelanggan.  Setelah beberapa tahun Iman ditawarin pekerjaan yang sama di toko Fajar di dekat rumahku, tapi saat ini dia tidak hanya cuman membantu, dia sudah bisa bekerja mandiri meskipun dengan gaji kecil.

Saat pertama Iman datang, aku sedikit tidak percaya karena penampilannya yang lusuh. Tetapi bulan bulan berikutnya aku sudah lebih percaya ke dia, dia bekerja tanpa banyak bicara dan bahasa tubuhnya tidak pernah mengharapkan atau   menunggu tip. Dia memberikan layanan terbaik, bahkan jika ada masalah dengan gas, kompor atau selang regulator dia akan datang jika diminta bantuan. Dia juga akan mengatakan dengan jujur jika gas masih belum perlu diganti. Iman tahu persis bagaimana merawat pelanggan.

Beberapa bulan sebelum lebaran th 2011 dia merasa toko dimana dia bekerja akan bangkrut karena dikelola denenargan tidak benar. Dia datang ke saya untuk mengambil alih toko tapi sayangnya aku tidak punya uang. Semua harus direncanakan, maka aku harus nabung dulu. Tetapi mungkin karena kondisinya parah, toko itu akhirnya bangkrut juga, dan orang lain mengambil alih termasuk mengambil alih Iman dan langganan yang dirawat Iman. Tetapi sialnya pemilik baru tidak memberikan kenyaman Iman dalam bekerja dan sama sekali tidak menghargai dia sebagai motor penggerak bisnisnya. Maka Iman tetap menunggu saya untuk membuka bisnis bersamanya.

Singkat kata uang sudah terkumpul maka kita segera mencari kontrakan took, sepede motor bekas karena basis bisnisnya adalah home service. Maka mulailah toko beroperasi, dengan menyebarkan brosur di awal awal kegiatan. Aku membuat sistim pelaporan keuangan, stok, sistim operasional, supaya Iman sebagai pengelola bisa bekerja secara mandiri, meskipun untuk awalnya masih harus didampingi, semua serba transparan sehingga Iman juga bisa menghitung sendiri berapa penghasilan dia dengan sistim bagi hasil 50%-50%. Iman yang cuman lulusan SD otaknya juga cukup encer menerima apa yang saya ajarkan. Disaat awal memang bagi hasilnya tidak cukup untuk biaya hidupnya, aku masih menunjang untuk dia hidup sehari hari.

Di saat saat awal usaha ini Ibunya sakit sakit an, sampai muntah darah, mungkin dia mengidap TBC, aku juga baru menyadari bahwa mereka tidak punya apa apa sama sekali. Dia sempat cerita kalau rumahnya terpaksa dijual, terus aku nanya iseng : emang dijual berapa dia bilang Rp. 700.000  …hah rumah kayak apa ?  Kata dia rumah dari bambu, tanahnya punya orang. Suami dan aku terperangah ……….he has totally nothing …..Cuman untuk saat ini aku nggak bisa bantu ibunya, konsentrasiku pada Iman supaya dia tetep sehat dan bisa tetap bekerja untuk meraih cita citanya. Aku cuman  bisa mengijinkan dia pulang merawat ibunya di Banjaran selama diperlukan, karena aku bilang ke dia : rawat ibu kamu supaya hidupmu lebih mudah.

Aku bilang ke dia : Semua orang punya kesempatan yang sama untuk meraih sukses nggak  peduli dia cuman lulusan SD yang penting kamu bekerja keras dan jujur dan tidak lupa memohon pertolongan Allah. Kamu diberi mata yang masih bisa melihat, tangan dan kaki kuat untuk bekerja maka itu adalah modal dari Allah yang tidak ternilai ……

Dengan niat baik kami membuka Toko Sahabat Ibu, karena Iman akan menjadi sahabat ibu ibu dalam memberikan yang terbaik untuk keluarga, jika berkenan dan anda berada di seputaran Cimahi terutama di daerah seputaran Lembur tengah dan Sariwang hubungi Iman : 02261076310 saat anda membutuhkan gas atau air minum galon.100_3587

posted in Business | 0 Comments

2nd Februari 2011

Cita-cita kecilku untuk negeriku yang sedang dikelola oleh para pemimpin dan politisi yang tidak amanah

Ayahku seorang pejuang kemerdekaan dan aku tahu betapa bangga ayahku dengan julukan sebagai veteran perang. Kebanggan yang sama juga pernah aku rasakan ketika menyelesaikan kuliah di ITS Surabaya tahun 1990 kemudian segera bekerja di PT. Dirgantara Indonesia dan membayangkan diriku terlibat dalam merangcang pesawat terbang buatan Indonesia.

Tapi segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kuharapkan dan juga alasan klasik sebagai ibu dan istri membuat aku memikirkan alternatif lain untuk berkarya dan memberi sesuatu pada negeriku. Singkat cerita setelah jatuh bangun memilih bisnis yang cocok, aku memilih menekuni butik dengan warna fashion art dan semua poduksi baju menggunakan kain-kain tradisional Indonesia, seperti kain batik, kain tenun, lurik dll dan aku juga menjual kain-kain tradisional itu di toko. Aku mantap dalam bidang ini karena aku merasa bisa melakukan sesuatu.

Suatu saat dalam perjalanan ku berbisnis, aku membantu seorang shabat ( Mbak Yuniar Pudiowati…he..he, anakITS juga, yang selalu menolongku disaat aku butuh) mengelola konveksi yang dimilikinya dan disana aku sangat trenyuh melihat bagaimana perempuan-perempuan sederhana yang pendidikannya sangat rendah ( SD nggak lulus) itu mengumpulkan Rp. 25 demi Rp. 25 memasang kancing baju-baju pesanan. Dan mereka sangat bahagia menerima upahnya yang tidak seberapa dan terkadang hanya uang receh setiap hari Sabtu. Mereka membayangkan  bisa memberikan susu dan makanan yang lebih untuk anak-anak mereka dan memberi tambahan uang untuk keluarga kecil mereka. Dari sana semua inspirasiku mengalir, aku bisa memberikan sesuatu minimal pada orang-orang disekitarku tinggal. Aku lebih suka memberi sesorang tool untuk betahan hidup daripada hanya memberi umpan tanpa belajar apapun. Jadilah aku membuat butik yang semua raw material dan produksinya dikerjakan oleh orang-orang sederhana.

Aku memilih butik yang diperuntukkan untuk kalangan menengah ke atas karena aku nggak perlu menawar tenaga kerja mereka dan jam kerja mereka akan dihargai lebih tinggi. Aku selalu bilang beri saya harga wajar karena saya tidak akan menawar dan karena hubungan yang baik dan saling membantu semua berjalan lancar. Kalau saya sukses semua juga akan kembali ke mereka.

Suatu saat yang lain juga tiba-tiba seorang mantan mahasiswa dari TU Delf Belanda yang pernah magang di PT. Dirgantara Indonesia dan kebetulan semua keperluan dan adminstrasinya termasuk urusan imigrasi,  ijin tinggal dan tempat kost yang aman di Indonesia aku yang bantu, menghubungiku. Dari sekian banyak pegawai PT. Dirgantara Indonesia dia mengingatku dan memberi tawaran menarik untuk memberikan jasa layanan gambar teknik untuk perusahaan dimana dia bekerja.Segera aku sambar kesempatan itu, dan menghubungi teman-temanku yang punya kompetensi di bidang itu, karena kita juga harus bersaing dengan Bangladesh. Dan sekarang walaupun pekerjaan sedikit dan belum terlalu besar, kolegaku di Belanda mengharapkan aku melakukan kegiatan marketing untuk menemui sang direktur. Aku nggak tahu gimana cara mewujudkan harapan itu karena semua bisnisku dalam posisi awal yang nggak punya modal. Modalku hanya modal kerja keras dan kepercayaan beberapa teman untuk mengelola uang mereka tanpa menerima gaji. Aku dan suami baru saja menghabiskan uang lumayan besar untuk merenovasi rumah, karena kalau nggak sekarang tidak akan pernah terjadi jadi nggak punya uang simpanan dingin.

Tetapi Tuhan selalu mengulurkan pertolongan jikalau kita punya maksud baik, tiba-tiba dari temenku di Creative Women Community sekaligus pendirinya, namanya Bu Fenny Mustafa, pemilik merk terkenal Shafira menawari untuk pameran di Den Haag Belanda, dengan kemungkinan bisa jualan disana. Wauw……ada jalan keluar nih, secercah harapan muncul. Aku punya kemungkinan melakukan perjalanan bisnis ke Belanda dengan murah dan ada kemungkinan gratisan kalau jualanku laku semua. Segera aku mendaftar dan ikut seleksi barang, dan lumayan untuk seleksi pertama lolos. Sekarang tinggal nunggu seleksi akhir tapi Bu Fenny memberikan sinyal yang antara tampak dan tidak….he….he, bahwa bisa berangkat.

Saat ini aku sedang mempersiapkan dengan cermat barang-barang yang kira-kira laku dijual dan kalau bisa plus plos jadi semuanya bisa gratisan.

Mudah-mudahan harapanku untuk bisa bertemu dengan direktur perusahaan di Belanda sukses dan aku bisa mewujudkan harapan teman-temanku yang ingin tetep mengabdi dan bekerja di negara Indonesia. Temen-temanku yang sangat berbakat dan berotak cemerlang dan ingin tetap berada dan tinggal di Indonesia. Bantu saya dengan doa friends, karena hanya ini yang dapat saya sumbangkan untuk negeriku………….

Dan ayahku akan bangga disana, karena beliau merebut kemerdekaan negeri ini dan menyekolahkan aku dengan keringat darahnya menjadi tidak sia-sia….

Bandung, 1 Februari 2011/www.butikgayaku.com

menjelang usiaku yang ke 48….he…he udah tua

toko1 logo-baru-21

posted in Business | 2 Comments

4th April 2010

Etos Kerja

Suami saya berasal dari Belanda. Sejak kecil dia mempunyai minat pada bangunan, baik bangunan besejarah maupun bangunan baru. Dia menyukai suatu proses bagaimana bangunan itu dari hanya sebuah gambar kemudian dapat terwujud menjadi sesuatu yang indah. Sayangnya minatnya kurang mendapat perhatian dari orang tuanya karena dia mempunyai kelainan pada matanya yang menurut saya tidak terlalu parah dan seharusnya dia mencapai sesuatu yang lebih untuk diraih. Orang tuanya terlalu melindungi anak semata wayangnya sehingga ruang geraknya sedikit sempit untuk meraih impiannya. Oleh karena itu suami saya memutuskan pindah ke Indonesia untuk menemukan jati dirinya.

Setelah menunggu lebih kurang 7 tahun akhhirnya kami mendapatakan kesesempatan untuk merenovasi rumah dan taman. Suami saya menggambar taman impiannya, tanpa meja gambar, dia menggambar di lantai.  Dia merencanakan gambarnya dengan cermat sehingga taman yang ada dalam benaknya dapat terwujud menjadi benda yang nyata.

Kalau di Indonesia masalah terbesar adalah mencari tukang batu, tukang tembok dan tukang-tukang lain yang tepat. Tukang-tukang tesebut harus dapat membuat sesuatu sesuai dengan stardard suami. Suami saya tidak mempunyai latar belakang teknik tetapi menurut cerita dia, sejak dari sekolah TK dan SD suami saya sudah terbiasa bekerja dengan standard tinggi dan mereka juga dibekali dengan pengetahuan bagaimana membuat dan melakukan sesuatu dengan benar, aman dan awet. Sebelum mendapatkan tukang yang benar-benar bisa memenuhi dan tahan dengan requirement nya suami kami sudah beganti-ganti tukang. Suami saya lebih suka membayar harian karena jika ada yang salah dia tidak akan segan menyuruh membongkar. Akhirnya kami mendapatkan 3 orang yang bisa bekerja dengan suami saya dan mau belajar bekerja dengan standard tinggi dan kepada mereka setelah terjalin kerja sama yang bagus suami saya memberi imbalan diatas rata-rata. Tukang-tukang lainnya tidak tahan dengan standard tinggi yang ditetapkan suami saya, meskipun pada saat mereka harus membongkar dan memperbaiki kesalahannya, suami saya tetap membayar jam kerjanya. Artinya mereka punya kesempatan untuk belajar gratis. Aneh ya.

Sekarang rumah kami tinggal menyelesaikan car port dan kami berharap tukang-tukang yang telah bekerja dengan suami selama 3 tahun akan mendapatkan banyak orderan yang tentunya dibayar dengan standard tinggi. Karena tukang-tukang tersebut menjadi punya ketrampilan lebih dengan bekerja di bawah pengawasan suami dan yang paling penting mereka mau belajar untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing.

Batu alam yang terpasang di rumah kami hasilnya sangat berbeda dengan batu alam yang terpasang di rumah lain pada umumnya. Bahan baku sama tetapi cara pengerjaan yang bebeda hasilnya juga akan berbeda.

Masalah terbesar di Indonesia dalam menghasilkan produk berkualitas adalah masalah etos kerja. Kebanyakan pekerja hanya memikirkan cari uang tetapi mereka tidak mau belajar meningkatkan kapasitas mereka. Yang membuat para pengusaha jengah juga terkadang mereka hanya memikirkan uangnya saja tetapi malas untuk bekerja. Kalau bisa mereka dapat gaji tanpa bekerja, atau dapat gaji tapi liburnya banyak, kontribusi untuk memajukan usaha nol….

Jika keadaan ini tidak berubah kita tidak akan bisa bersaing di pasar global. Katanya pengangguran banyak, tapi saya mencari penjahit atau tukang potong yang bagus dan sesuai standar butik susahnya minta ampun. Banyak lapangan kerja yang tidak bisa diserap oleh pencari kerja, karena kesadaran untuk belajar menjadi orang yang lebih berkualitas  sama sekali tidak ada.

oleh : www.butikgayaku.com

bersihin-batu-007

posted in Business | 2 Comments

1st April 2010

Kebaya Encim

Saya pikir kita semua sudah sepakat bahwa Indonesia mempunyai keragaman budaya yang sangat kaya. Salah satu produk budaya Indonesia adalah batik. Jika kita berbicara tentang batik sebagai busana maka bayangan kita juga akan tertuju pada kebaya.  Kebaya biasanya dikenakan bersama dengan kain batik.

Model kebaya yang cukup populer adalah kebaya encim, yaitu kebaya dengan bordiran di krah dan lengannya dan biasanya warnanya putih. Kebaya encim pada saat ini tidak hanya dikenakan dengan kain batik tetapi untuk beberapa yang suka bergaya modis kebaya encim akan cantik di padu dengan celana panjang atau celana jeans.

Kebaya seolah begitu menggambarkan keluwesan dan feminimnya wanita Indonesia. Kebaya selalu pantas dipakai wanita Indonesia. Pada bulan April ini Butik Gayaku meluncurkan 2 buah kebaya encim dengan dua macam bordiran halus. Jika anda menginginkan warna lain atau model yang lain kami dapat membuatkannya untuk anda. Kunjungi toko kami di Pasar Baru Bandung lantai 4 blok A2 no. 47-48 atau di website kami :  www.butikgayaku.com

kebaya-encimtake1-25-mar-10-002

posted in Fashion | 0 Comments

1st April 2010

Dunia Fashion

Jika orang pernah melihat saya dan gaya saya berpakaian, mereka tidak akan pernah berpikir bahwa saya memiliki sebuah butik. Butik saya tidak menjual baju-baju yang dibeli dari Mangga Dua atau Tanah Abang dan kemudian saya jual Bandung. No way. Saya bener-bener membuat baju, memilih dan membeli kain kemudian mendisainnya dan memberikannya ke penjahit untuk dijadikan baju-baju cantik dan unik. Saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memilih kain-kain batik dan kombinasinya untuk baju-baju yang saya rancang.Tentu saja saya tidak seperti perancang-perancang busana yang emang sekolah untuk menjadi perancang. Semua yang saya lakukan adalah hobi-hobi yang saya salurkan untuk jualan.

Orientasi saya adalah pasar dengan harga yang terjangkau….untuk itu saya juga suka jalan-jalan  berkeliling ke toko-toko lain atau pedagang yang jual di emper-emper toko. Tujuannya untuk cari ide dan sekalian untuk market riset.  Saya ingin tahu apa yang dijual orang dan apa yang sudah ada di emper toko, sehingga saya tidak akan membuat baju dengan model yang sama. Butik saya harus exclusive karena saya ingin pelanggan saya kelihatan berbeda.

Hobi saya yang lain adalah membuat asesoris, saya akan lupa waktu jika sudah berada di toko yang menjual bead-bead dan ornamen untuk perhiasan. Rasanya semua pingin dibeli dan kemudia saya duduk dengan persediaan ornamen dan bead-bead yang lengkap karena ide itu datang bertubi-tubi jika saya punya banyak persediaan bead dan ornamen.

Ide-ide saya datang biasanya ketika pikiran saya tidak dalam keadaan stress, jika sedang santai, ketika melamun di kendaraan umum, ketika melihat ikan koi dan komet yang berlarian di kolam atau ketika ngupil sambil duduk menikmati taman belakang…………he…he.  Kalau ide itu datang saya bikin corat coret di block note kecil sekedar untuk meningat-ingat, pada saat belanja block note itu saya lihat dan menentukan apa yang ingin saya beli.

Saya bukan seorang perancang busana yang bersekolah,  oleh karena itu rancangan saya masih jauh dari sempurna, tetapi saya lebih suka disebut sebagai seorang pengusaha. Kelak jika Butik sudah berkembang tentunya untuk perancangan busana saya lebih suka dipegang oleh orang yang sudah ahlinya dan pelanggan saya akan merasa menjadi orang yang sangat spesial dengan mengenakan busana dari BUTIK GAYAKU. Di disain dan dibuat dengan cinta………

Kunjungi kami di Pasar Baru Bandung lt.4 blok A2 no. 47-48 atau di www.butikgayaku.com

take1-25-mar-10-008

posted in Fashion | 0 Comments

31st Maret 2010

Keindahan Batik Madura

Satu hal yang saya suka dari batik Madura adalah warnanya yang cerah tetapi tidak kampungan dan memberkan efek eksotis jika dipakai orang yang berkulit sawo matang atau gelap. Batik Madura yang dijual di toko kami jika setelah dicuci warnanya akan lebih hidup.

Di toko kami : Butik Gayaku yang terletak di Pasar Baru Bandung lantai 4 blok A2 no.47-48 anda bisa mendapatkan kain-kain batik dengan harga yang bersahabat dengan kantong anda. Selain itu juga dijual baju-baju jadi yang kami disain dan produksi sendiri dari bahan batik tulis Madura. Harga dari kain batik tersebut bervariasi tergantung tingkat kesulitan motif batiknya.

Jika saya dan teman saya mendisain baju untuk memberikan kesan berbeda kami suka memadu padankan dengan bahan-bahan lain. Rasanya mengasyikkan mencari padanan kain yang cocok. Kadang kita memadukannya dengan kain polos kalau ingin aman tapi tak jarang kami menabrakkan dengan polkadot atau garis-garis. Hasilnya menjadi baju yang unik menurut saya . Jika anda menginginkannya kami juga dapat membuat baju pesanan anda dari kain batik yang ada di toko kami.

Batik memberikan ide-ide kreativitas banyak pada saya karena motifnya yang kaya dan warnanya yang alami sehingga membuat ide itu mengalir begitu saja. Saya sangat suka memakai batik dengan celana jeans pensil karena tubuh saya yang kecil. Bahan batik juga memberikan rasa yang nyaman dan adem. Batik Madura juga awet karena bahannya pilihan dan warna yang dipakai warna alami sehingga tidak cepat belel.

Mau coba Batik Madura ?? silahkan kunjungi website kami : www.butikgayaku.com atau anda dapat datang langsung ke Butik Gayaku, Pasar Baru Bandung lantai 4 blok A2 no. 47-48………..kami tunggu kedatangan anda .

kain-batik-madura10-feb-10-006

posted in Fashion | 0 Comments

28th Maret 2010

Berkreasi dengan Batik

Bau malam cair yang dibakar untuk membuat motif batik mengingatkan aku pada masa kecil ketika berkunjung ke rumah Simbah di Solo.Perjalanan yang sangat jauh menurutku sebagai  anak-anak, dengan kereta -api dari Surabaya menuju Solo seolah terobati ketika bau malam cair itu tercium dari ujung gang rumah Simbah. Terbanyang rumah Simbah dengan lantai tanah dan bau yang khas dan sumur di depan kamar mandi sederhana. Ibuku yang tidak terbiasa menimba air dari sumur terpaksa menimba air untuk mandi anak-anaknya. Itu adalah penggalan pengalamanku berkaitan dengan kain batik.

Bau malam cair itu kini  seolah kembali mendorong aku berkreasi dengan lembaran kain-kain batik yang dibuat dengan sangat tekun dan hati-hati oleh para perempuan pembatik.

Kali ini aku ingin menghadirkan disain baju yang terbuat dari 2 lembar kain batik dengan motif berbeda tetapi warna senada. Gaun ini terdiri dari baju atasan lengan panjang dan rok panjang yang terkesan romantis.

Jika anda ingin melihat kreasi-kreasi yang lain dapat mengunjungi website kami : www.butikgayaku.com atau di toko kami : Butik Gayaku, Pasar Baru Bandung lantai 4 blk A2 no. 47-48, Jl. Otista Bandung, dapat juga untuk koleksi yang terbaru di Facebook, Butik Gayaku.

Produksi kami dibuat sangat terbatas, yaitu hanya 6 potong untuk 1 model bahkan seringkali hanya 1 potong saja, karena kami membuatnya dengan perasaan yang penuh cinta khusus untuk anda. Setiap kali saya membuat satu baju saya mebayangkan seorang wanita yang mengenakan baju yang saya buat. Saya tidak suka membuat sesuatu secara masal, karena setiap wanita Indonesia harus kelihatan berbeda.

Kecendurangan di Indonesia adalah ingin kelihatan sama dengan orang lain, kenapa ya. Padahal anda akan tampil lebih menarik dengan gaya anda sendiri yang tidak sama dengan orang lain.

take1-25-mar-10-004take1-25-mar-10-003

posted in Fashion | 0 Comments

27th Maret 2010

Perjalanan Butik Gayaku

profil-toko-0011

Enam tahun lalu saya adalah karyawan sebuah pabrik pesawat terbang satu-satunya di Indonesia. Saya mengenyam pendidikan yang dibiayai dengan keringat darah orang tua saya, di sebuah perguruan tinggi terkenal di Surabaya dan berlatar belakang teknik. Kalau dalam sinetron si Doel saya disebut tukang insinyur. Kemudian saya bekerja di tempat yang saya sebutkan tadi dan saya cukup membuat bangga keluarga saya pada saat itu. Saya berada di zona aman, gaji tetap dan perusahaan mapan, tapi siapa sangka perusahaan tersebut bisa terguncang dan sebagian karyawannya harus hengkang.

Pada saat perusahaan dalam kondisi terpuruk saya harus keluar, tetapi pada saat bersamaan saya juga menginginkannya karena tidak ingin kehilangan momen melihat anak saya tumbuh dan mendapinginya. Saya tidak ingin terikat jam kerja. Saya pikir saya akan buka toko.
Pada saat saya membuka toko ternyata saya mendapati kenyataan bahwa memulai usaha itu tidaklah mudah, saya terjebak pada pengambilan keputusan yang selalu salah dan karena kurangnya pengalaman sepertinya pada saat saya ingin keluar dari masalah, saya selalu menginjak lumpur lembek dan makin tenggelam di dalamnya.

Toko pertama saya di sebuah mall di daerah Pasteur Bandung. Saya gagal karena saya ditipu oleh orang yang menyewakan toko ke saya. Saya berhubungan dengan seorang pedagang yang sungguh-sungguh tidak punya etika dalam berbisnis. Kemudian saya pindah ke daerah Setiabudi Bandung dengan meninggalkan sejumlah kerugian di mall sebelumnya, baik kerugian moril maupun materiil. Keputusan yang saya buat hanya karena emosi sesaat, dan dapat diduga toko kedua tidak berjalan dengan mulus, sekali lagi saya terjebak pada pengambilan keputusan yang salah. Keputusan yang diambil tidak dengan intunisi bisnis.

Pada saat toko kedua belum dapat dikatakan berjalan dengan baik, saya memutuskan membuka sebuah art shop di Bali. Saya berharap dengan banyaknya turis di Bali saya dapat jualan dengan mudah. Kalau dipikir sekarang, saya heran kenapa saya memutuskan Bali yang jauh sekali dari Bandung. Jelas sekali saya mudah kena tipu dan penderitaan berikutnya adalah Bali di bom untuk kedua kalinya. Bali langsung sepi semua turis membatalkan perjalannya dan tentunya juga aliran uang ke pedagang.

Sebagai orang yang selalu berpikiran positip dan untungnya saya tidak mudah putus asa, karena toko saya sepi, saya suka jalan-jalan (pakai kaki) di sepanjang jalan Kuta, dari daerah Kartika Sari Tuban, Legian Kuta, Seminyak sampai daerah Oberoi. Karena seringnya saya jalan kaki saya jadi banyak kenalan para pelaku bisnis dan pedagang di Bali. Dari mengobrol dan bertukar pikiran saya mendapatkan banyak informasi dan pelajaran berharga.

Salah satunya adalah sebuah toko yang berjualan ornamen-ornamen untuk perhiasan wanita. Toko yang tidak pernah sepi dari orang-orang yang kreatif dan hampir semua yang datang adalah disainer perhiasan dari mancanegara. Sebagian dari mereka adalah penyumplai atau pemilik toko-toko perhiasan mewah di Paris, New York, Amterdam, kota-kota besar di Eropa dan bahkan dari negara seperti Argentina dan Meksiko.

Dari situ ketertarikan saya pada disain perhiasan, negara saya begitu kaya dengan segala sumber daya alam dan kita dapat berkreasi dan berkarya dengan apa yang disediakan alam Indonesia. Apa yang ada di Indonesia membuat orang dari mancanegara terinspirasi untuk menjadi kreatif kenapa kita tidak ???? Semua bahan baku untuk proses berkreasi ada di depan mata saya. Akhirnya saya membeli beberapa ornamen perhiasan yang saya pilih paling murah karena takut kemahalan dan uang sudah menipis. Selama 1 minggu saya diamkan untaian batu cantik itu, akhirnya saya beli tang besar-besar saya berusaha membuat anting. Pada saat itu saya sudah mulai saya tidak dapat lagi menghentikan minat saya pada kreasi perhiasan.

Singkat kata saya sudah kehilangan mobil dan banyak uang untuk ke 3 toko saya, kemudian selama 2 tahun saya sempat sterss, diam di rumah dan tidak tahu mau apa. Sementara suami senang saya tinggal di rumah. Tapi setelah pada satu titik tertentu saya mengambil keputusan, saya harus melakukan sesuatu. Kalau tidak bapak menyekolahkan saya tinggi tidak akan ada gunanya, saya bukan tipe orang yang hanya diam di rumah dan otak saya akan mati. Saya merasa saya punya kemampuan untuk menjalankan bisnis, saya punya kemampuan untuk melakukan sesuatu bagi orang lain selain keluarga saya.

Setelah 2 tahun saya di rumah, saya membuat komitmen baru dengan suami, bahwa kalau dia menginginkan saya menjadi partner yang baik, ijinkan saya keluar rumah dan melakukan sesuatu. Dengan sebuah syarat bahwa saya harus sudah ada di rumah setelah jam 17.00, saya mulai mencari teman-teman saya mantan karyawan yang mencoba berbisnis.

Saya mulai menawarkan diri untuk membuat laporan keuangan untuk mereka dan menawarkan menata administrasi. Tidak masalah mereka tidak membayar saya, saya hanya ingin melakukan sesuatu. Pada saat itu background saya sebagai orang teknik sudah tidak saya pakai, bersamaan dengan pengalaman saya timbul kesadaran dalam diri saya bahwa melek secara finansial dan administrasi adalah hal yang utama dalam bisnis, dan hal ini sering diabaikan oleh kebanyakan orang-orang teknik yang memulai bisnis. Mereka terlalu mengganggap remeh masalah ini. Saya mempelajari akutansi secara otodidak, learning by doing lebih mudah untuk saya dari pada kursus.

Akhirnya sejalan dengan waktu rasa percaya diri saya mulai tumbuh lagi, saya berhasil membantu teman-teman yang memulai bisnis dengan membuatkan laporan keuangan secara benar, membuat adminsitrasi yang efisien dan teratur serta mudah diakses.

Dua tahun lalu saya mencoba mengumpulan 3 teman saya untuk memulai bisnis fashion, karakter kami hampir mirip satu sama lain, dan kami patungan Rp. 250.000 untuk memulai bisnis perhiasan dan saya katakan ke mereka, tahun depan kita sudah punya toko di area yang ramai dan banyak pembeli. Mereka tidak percaya, tapi di dalam otak saya sudah punya strategi untuk mewujudkan impian itu. Kalau nggak punya uang ya pakai uang orang.

Sekarang kami sudah mempunyai toko di Pasar Baru lantai 4 blok A2 no. 47-48, Bandung, yang bahkan pada bulan Oktober 2008 lalu masih menjadi impian yang tidak mungkin. Saya sudah membuktikan bahwa uang adalah bukan persoalan utama dalam memulai bisnis. Relasi yang baik adalah juga modal tetapi dalam bentuk lain, karena adanya relasi kita dapat memperoleh modal, dan untuk itu kita juga harus menjadi orang yang dapat dipercaya, karena kepercayaan orang adalah juga modal yang sangat penting.

Untuk memperoleh modal kita harus bekerja dulu, dan membetuk portfolio kita. Dengan ide yang cemerlang, kerja keras, kreativitas dan pantang menyerah akan selalu ada jalan untuk kita.

Kami sangat bersyukur didukung suami yaitu dengan cara memberi kepercayaan kepada kami dan Insya Allah tidak akan kami salah gunakan, karena apa yang kami lakukan adalah demi keluarga. Saat ini mungkin belum dapat mendukung finasial keluarga, tapi bisnis ini adalah sebuah mesin uang yang sedang kami bangun untuk membantu keuangan keluarga di masa depan, sehingga kita dapat memberi banyak kesempatan untuk diraih anak cucu kita kelak.

www.butikgayaku.com

posted in Business | 8 Comments

27th Maret 2010

Pejalanan Perkawinan

Saya berkenalan dengan suami, Ludwig, lewat internet pada tahun 1999. Saat itu saya tidak berpikir akan menikah dengannya, karena dia orang Belanda dan masalahnya akan sangat kompleks. Suatu saat di tahun 2000 Ludwig menelepon saya selama 2 jam, diakhir percakapan saya bertanya : kenapa dalam emailmu terakhir kamu sign dengan nama Lukman. Dia bilang : itu nama saya yang diberikan oleh seorang ustadz di masjid mahasiswa Indonesia di kota kecil di Belanda pada tahun 1990. Well….

Pertengahan tahun 2000 suami saya berlibur ke Indnesia selama 2 bulan, tetapi targetnya tidak hanya menjumpai saya, banyak teman wanita yang ingin dijumpai. Tetapi entah bagaimana dia kecantol saya, dia bilang saya galak…entahlah. Dia ingin mengajak saya ke Belanda, saya bilang no way. Saya tidak punya keberanian untuk minta ijin ke orang tua di Surabaya pergi ke Belanda dengan laki-laki yang bukan siapa-siapa saya, lagi pula bagaimana juga saya minta ijin ke boss saya. Tetapi dia tidak mau pulang ke Belanda tanpa saya, sementara visa dia sudah hampir habis. Kemudian entah gimana saya mengambil resiko untuk menikah secara agama dengan dia. Saya mengambil keputusan dengan cepat. Saya menelepon orang tua di Surabaya, mereka tidak keberatan datang ke Bandung dan mudah mendapatkan tiket padahal musin libur panjang sekolah. Saya menelepon 2 orang sahabat dan dengan cepat mereka membuat pesta kecil. Salon di dekat rumah saya kebetulan mempunyai baju pengantin yang baru jadi dan sedianya untuk pengantin lain 4 hari lagi, baju pas di tubuh saya yang ukurannya nggak standar. Perias pengantin yang selalu sibuk dan harus buat janji beberapa bulan sebelumnya saat itu punya waktu untuk merias saya. Kalau Allah sudah menghendaki, segala sesuatunya pasti menjadi mudah.

Akhirnya kami berdua ke Belanda, sepanjang perjalanan dari Indonesia ke Belanda saya diliputi kekuatiran yang luar biasa, apa jadinya kalau kedua orang tuanya tidak suka sama saya. Ternyata kekuatiran saya tidak terjadi, mereka menjemput kami di stasiun kereta api di Breda dan membawakan baju hangat untuk saya karena saat itu sedang musim dingin. Mereka sangat ramah.

Pada saat kami menikah saya tidak tahu dimana kami akan tinggal, di Belanda atau di Indonesia, karena tidak mudah meyakinkan kedua orang tuanya untuk melepas anak semata wayangnya. Bahkan Papa bilang, saya tidak akan mengunjungi kamu di Indonesia, jauh dan saya tidak tahu seperti apa Indonesia. Tetapi suami saya sudah lama memendam keinginan untuk tinggal di luar negeri sehingga mereka tidak bisa apa-apa.

Saya kembali ke Indonesia sendiri, suami saya menyusul setelah apartemennya terjual dan kami mengurus surat-surat nikah. Kami membutuhkan waktu 6 bulan untuk membuat surat nikah yang legal di kedua negara. Ketika anak saya lahir pada tahun 2002, kami mendapatkan surprise, mertua saya sudah membeli tiket untuk terbang ke Indonesia menengok cucu. Itu adalah penerbangan mereka terjauh dan ke negeri yang mereka tidak pernah bayangin untuk dikunjungi. Cinta mengalahkan segala rintangan yang ada.

Perjalanan perkawinan kami tidak mudah, banyak perbedaan-perbedaan yang harus di atasi. Saya suka berpikir global dan cepat, suami saya suka berpikir detail dan hati-hati. Saya jorok dan berantakan sedangkan suami saya bersih dan rapih. Saya suka kegiatan di luar rumah sedangkan suami saya suka anteng di rumah. Saya punya teman banyak sedangkan suami temannya sedikit. Saya berasal dari kelurga sederhana dan punya 5 saudara, sedangkan suami saya anak tunggal yang tidak sulit mendapatkan hal yang dia inginkan. Saya mudah berbahagia dengan apa yang saya terima dan hal-hal sederhana sedangkan suami saya dari negara kaya yang segala sesuatunya harus sempurna dan tanpa cacat, masih banyak perbedaan kami.

Perbedaan-perbedaan itu selalu ada tetapi yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita bisa berkompromi dengan perbedaan itu. Saya hanya berharap dan berdoa semoga Allah selalu memberi kami jalan untuk bersama-sama mengatasi perbedaan-perbedaan itu. Dan dengan ijin Allah mudah-mudahan kami bertiga akan selalu terus bersama-sama dan mendampingi anak kami untuk tumbuh dewasa. Ya Allah berikanlah selalu petunjukmu…..poto-8

posted in Family | 0 Comments

25th Maret 2010

Perkenalan

Hallo,

Nama saya Wenny. Saya pemilik sebuah butik di Pasar Baru Bandung. Kami menjual baju dan asesoris yang kami produksi sendiri dan tidak dibuat masal. Moto kami : dirancang dan dibuat dengan cinta. Sekalipun begitu kami juga menerima pesanan dalam jumlah kecil maupun besar.

Salam hangat dari Bandung
Wenny

posted in Fashion | 1 Comment